Alkisah, di suatu daerah di Papua terjadi perang antar suku. Banyak korban nyawa dan harta. Konflik antar dua belah suku tidak terhindarkan lagi. Masing-masing mempersenjatai diri dengan busur, anak panah, parang, kampak, pendeknya persenjataan. Situasi cukup mencekam antara dibunuh dan membunuh. Tidak ada pendamai. Adapun suku lain tertibat untuk mendamaikan, tidak tegah. Apalagi dilihat korban nyawa yang banyak. Maka, solusi yang tertanam di kepala mereka adalah akan damai kalau kedua belah pihak saling membalas, membayar rasa dendam mereka.
Situasi di kota itu tegang, semua aktifitas lumpuh selama hampir 2 minggu.
Suatu hari, datang seseorang, dia seorang tokoh yang di masa pemerintahannya sangat memperhatikan penghidupan rakyat. Mulai dari pakaian, rumah, makan-minum hingga uang.
Pagi itu kedua belah pihak menyiapkan alat-alat perang dan siap tempur. Tiba-tiba ada kabar bahwa seseorang itu akan datang. Orang-orang mendengar berita itu mulai sinis. Karena mereka mengetahui bahwa orang ini akan mendinginkan suasana, menurunkan semangat untuk balas dendam. Sebagian lainnya menunggu penuh harap apa yang akan dia sampaikan.
Tidak lama kemudian, datang mobil dari arah selatan. Orang-orang mulai menduga dan duduk melihat mobil itu. Dugaan mereka benar, orang itu datang. Dia menurunkan kaki dan raut wajah penuh marah dan sedih. Berdiri sejenak di depan melihat massa yang sudah duduk dalam keadaan emosi.
Suasana tiba-tiba sunyi. 5 menit kemudian dia mulai menyapa, dalam bahasa daerah. Orang-orang menanti apa yang akan disampaikan. Dia hanya bilang "yang salah adalah saya. Bukan kalian". Setelah itu kembali naik mobil lalu pulang.
3 bait kata tadi seperti air es yang disiram di uap. Luapan emosi untuk balas dendam pun mulai menurun. Orang-orsng melihat peralatan perang mereka dan kembali ke rumah-rumah mereka.
Dan besok harinya semua berkumpul dalam proses perdamaian. Melihat itu, suku-suku lainnya membawah sumbangan bama dan dana untuk membangun kembali rumah-rumah yang terbakar.
Bahwa, memperhatikan penghidupan massa agar massa rakyat benar-benar berada di belakang kita. Juga yakin bahwa kata-kata bisa mengubah susana. Dan sa individu yang percaya itu.
#wordispower
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk " MENGENAI PENGHIDUPAN MASSA RAKYAT"
Post a Comment